Kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil memerlukan bahan bakar untuk menjalankan mesinnya. Adapun bahan bakar tersebut disimpan dalam tanki yang ada di kendaraan tersebut. Sehubungan dengan berjalannya waktu, cuaca dan kondisi kendaraan, maka kondisi tanki juga ikut berpengaruh. Namun sering diantara kita yang tidak sadar akan kondisi tanki tersebut karena pada mobil tanki berada di kolong mobil dan sulit dijangkau sehingga banyak pemilik kendaraan yang tidak begitu aware dengan masalah tanki. sedangkan pada sepeda motor banyak tanki yang berada di bawah jok motor sehingga tidak terlihat adanya gejala kerusakan tanki.
Masalah yang paling sering dijumpai dari tanki bahan bakar adalah pengendapan kotoran yang berakibat tersumbat aliran bahan bakar ke mesin dan terjadi kebocoran tanki akibat korosi karena terperangkapnya air didalam tanki. Untuk itu perlu dilakukan perawatan terhadap tanki secara teratur.
Berikut adalah beberapa tips untuk merawat tanki bahan bakar pada mobil:
1. Usahakan jumlah bahan bakar ditanki minimal setengah dari kapasitasnya dan selalu mengisi bahan bakar kembali jauh sebelum jumlah bahan bakar habis. Hal ini bermanfaat agar bagian plat tanki selalu terendam dan terlapisi (selalu basah) bahan bakar sehingga proses oksidasi yang menyebabkan korosi bisa diminimalkan.
2. Kuraslah tanki bahan bakar minimal 6 bulan sekali untuk membuang air yang terperangkap dan kotoran bahan bakar yang mengendap di tanki. Pengurasan bisa dilakukan dengan cara membuka baut penguras tanki yang ada dibagian bawah tanki, keluarkan semua isi tanki dan biarkan selama beberapa saat agar tanki benar-benar bebas dari air. Setelah tanki kering pasang dan kencangkan kembali baut penguras tanki setelah itu isi kembali bahan bakar ke dalam tanki.
3. Jika anda punya waktu yang cukup luang, maka tidak ada salahnya anda melakukan turun tanki. Yakni melepaskan tanki dari kendaraan anda, sehingga anda dapat memeriksa kondisi tanki anda dengan lebih jelas. Caranya anda kuras dulu isi tanki sesuai dengan langkah nomor 2. Setelah isi tanki kosong, kendorkan dan lepaskan baut-baut pengikat tanki dan turunkan secara perlahan agar tanki tidak penyok karena jatuh dari dudukanya. setelah itu geser keluar dari kolong mobil dan periksa secara seksama kondisi tanki.
4.Jika kedapatan ada kebocoran di tanki anda, maka segera bawa ke tukang las karbit atau bengkel radiator untuk dilakukan penambalan lubang tersebut. Untuk langkah darurat bisa dilakukan penambalan dengan lem besi campur (misal dextone)..baca artikel tambal tanki bocor.
5. Setelah selesai, pasang kembali tanki ke dudukannya dengan benar dan isikan bahan bakar sesuai kapasitasnya.
6. Rasakan efek setelah anda menguras tanki, mobil akan terasa lebih enteng tarikannya karena bahan bakar bebas kotoran dan air.
baca juga artikel terkait:
1.Tambal tanki yang bocor
2.Panther berat tarikannya
3.Merawat Isuzu Panther
13 Desember, 2011
12 Desember, 2011
Girder jembatan runtuh

Lagi-lagi terjadi kasus jembatan runtuh, setelah kejadian runtuhnya jembatan di Kutaikartanegara, hari ini yang runtuh adalah jembatan di Marunda Jakarta utara.
Jembatan ini baru tahap pengerjaan yakni pemasangan girder (balok) jembatan. Seperti diberitakan oleh Kompas, bahwa kejadian runtuhnya girder jembatan saat pemasangan girder terakhir terjadi kesalahan pelepasan kabel sling pengikat girder yang berakibat girder tidak terpasang sempurna dan oleng sehingga menimpa girder lainnya yang sudah tersusun sebelumnya. Akibatnya satu persatu girder oleng dan patah akhirnya kolaps ke tanah.
Kerugian ditaksir sekitar 750juta rupiah. Tentunya bukan jumlah yang sedikit dan beruntung tidak terjadi korban jiwa pada peristiwa ini.
Lagi-lagi ini adalah tamparan terhadap dunia konstruksi Indonesia, sebaiknya prosedur dan peraturan khususnya bidang jembatan agar semakin diperbaiki khususnya saat implementasi di lapangan agar kejadian keruntuhan jembatan tidak lagi terjadi di indonesia. (Courtesy foto by. Ika Jaya)
Baca artikel terkait:
1.Jembatan sungai Mahakam roboh
2.Reinforced concrete
07 Desember, 2011
Jangan sembarangan minum antibiotik
MENGONSUMSI antibiotik saat terserang penyakit infeksi tidak boleh sembarangan. Jika tidak, risiko terjadinya resistensi antibiotik yang akan mempersulit pengobatan, kesakitan lebih lanjut hingga kematian akan meningkat.
Penyakit infeksi masih berada pada urutan teratas penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang, termasuk Indonesia. Jumlah kasus penyakit infeksi juga semakin bertambah setiap harinya. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), 31,2 persen angka kematian di Indonesia pada 2001 disebabkan oleh penyakit infeksi.
Angka tersebut tentu saja dapat ditekan jika dilakukan diagnosa yang cepat dan tepat serta didukung oleh penanganan yang efektif dan efisien. Dalam penanganan penyakit infeksi, pemberian antibiotik perlu diperhatikan dengan serius.
Tidak semua penyakit infeksi memerlukan antibiotik. Pemberian antibiotik dapat dibenarkan jika penyakit yang diderita disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik yang akan mempersulit pengobatan infeksi serta meningkatkan resiko kesakitan dan kematian.
“Tidak semua penyakit infeksi perlu diobati dengan antibiotik. Ada tiga faktor yang musti dipenuhi,” kata DR.dr.Suhendro, Sp.PD KPTI, Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Penyakit Tropik & Infeksi RS Pondok Indah (RSPI) dalam seminar sehari “Pengobatan Terkini Kasus Infeksi”di RSPI, Jakarta beberapa waktu lalu.
Ketiga faktor tersebut, terang dia, pertama adalah diagnosis dan alasan penggunaan antibiotik. Sering kali dalam praktek sehari-hari untuk membedakan diagnosis infeksi karena virus atau bakteri, sehingga diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk membantu menegakan diagnosis.
Lalu kedua, sifat-sifat antibiotika yang diberikan, apakah mempunyai sifat bakteriostatik atau bakterisidal. Untuk infeksi berat atau pada penderita dengan daya tahan imunisasi menurun, kata Suhendro, sebaiknya dipilih antibiotik yang bersifat bakterisidal. Antibiotik dipilih sedapat mungkin memiliki spektrum sempit dapat ditoleransi dengan baik dengan harga yang relatif murah.
“Dan yang terakhir, faktor kondisi yang mendasari host, seperti riwayat alergi obat atau intoleransi, gangguan fungsi ginjal dan hati,“ ujarnya.
Suhendro menuturkan, perubahan farmakologi obat yang terjadi juga harus dipertimbangkan saat pemberian antibiotik. Misalnya, penurunan fungsi ginjal, kemungkinan aksi antar obat dan toksisitas obat yang meningkat.
Beta-laktam antibiotik merupakan salah satu antibiotik yang paling sering diberikan untuk pengobatan infeksi pada pasien usia lanjut. Antibiotik ini memiliki spektrum yang luas, farmakokinetik dan tingkat keamanan yang baik, tidak memerlukan pengukuran konsentrasi serum.
“Pengunaan antibiotik yang rasional tidak saja memiliki keuntungan secara klinis bagi pasien, namun juga memiliki keuntungan secara ekonomis. Pemilihan terapi antibiotik yang tidak sesuai akan menyebabkan kegagalan terapi dan efek samping, sehinga akan memperpanjang lama rawat di rumah sakit serta meningkatkan biaya perawatan, ”ungkapnya.
Untuk memastikan penyebab penyakit, diperlukan pemeriksaan mendalam baik dari gejala yang tampak maupun gejala yang tak tampak. Gejala tampak bisa dirasakan sendiri oleh penderita tanpa pemeriksaan lebih dalam di klinik, sedangkan gejala tak tampak harus diperiksa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.
Berdasarkan pemeriksaan yang benar tersebut, maka dapat dilakukan penanganan medis efektif. Sementara itu, pada anak-anak, pengobatan melalui pemberian antibiotik harus lebih diperinci lagi.
Diketahui, demam pada anak 90-95 persen disebabkan oleh virus, hanya 5-10 persen yang disebabkan oleh bakteri. Karakteristik demam dapat membantu membedakan infeksi bakteri dengan virus.
Demam dengan suhu tinggi dan durasi lama disebabkan oleh bakteri dibandingkan oleh virus. Pemberian antibiotik pada demam anak dapat dibenarkan jika suhu anak di atas 40 derajat celsius dengan usia kurang dari 36 bulan (3 tahun) tanpa fokus infeksi yang jelas.
Panduan dosis antibiotik biasanya berdasarkan atas uji klinis pada anak normal yang sehat atau merupakan ekstrapolasi dari data pada dewasa. Pemilihan antibiotik awal harus berdasarkan data pola kuman dan resistensi setempat.
Dr. H. Hindra Irawan Satari, Sp.A (K),MTropPaed, Spesialis Anak, Konsultan PenyakitInfeksi dan Pediatri Tropis RSPI menjelaskan, keputusan untuk memulai terapi antibiotika pada anak harus didasarkan pada temuan infeksi bakteri yang dibuktikan dengan biakan. Secara klinik, infeksi bakteri umumnya berupa demam tinggi yang melampaui 40 derajat celsius selama lebih dari tiga hari
(Sumber Okezone.com)
Baca artikel terkait:
1.Merawat Bayi dan Balita
2.Bahaya susu formula
3.Jika anak terserang kejang/step
4.Diare akibat Rotavirus
5.Pedoman jadwal imunisasi
6.Aturan pemakaian obat antibiotik
Penyakit infeksi masih berada pada urutan teratas penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang, termasuk Indonesia. Jumlah kasus penyakit infeksi juga semakin bertambah setiap harinya. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), 31,2 persen angka kematian di Indonesia pada 2001 disebabkan oleh penyakit infeksi.
Angka tersebut tentu saja dapat ditekan jika dilakukan diagnosa yang cepat dan tepat serta didukung oleh penanganan yang efektif dan efisien. Dalam penanganan penyakit infeksi, pemberian antibiotik perlu diperhatikan dengan serius.
Tidak semua penyakit infeksi memerlukan antibiotik. Pemberian antibiotik dapat dibenarkan jika penyakit yang diderita disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik yang akan mempersulit pengobatan infeksi serta meningkatkan resiko kesakitan dan kematian.
“Tidak semua penyakit infeksi perlu diobati dengan antibiotik. Ada tiga faktor yang musti dipenuhi,” kata DR.dr.Suhendro, Sp.PD KPTI, Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Penyakit Tropik & Infeksi RS Pondok Indah (RSPI) dalam seminar sehari “Pengobatan Terkini Kasus Infeksi”di RSPI, Jakarta beberapa waktu lalu.
Ketiga faktor tersebut, terang dia, pertama adalah diagnosis dan alasan penggunaan antibiotik. Sering kali dalam praktek sehari-hari untuk membedakan diagnosis infeksi karena virus atau bakteri, sehingga diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk membantu menegakan diagnosis.
Lalu kedua, sifat-sifat antibiotika yang diberikan, apakah mempunyai sifat bakteriostatik atau bakterisidal. Untuk infeksi berat atau pada penderita dengan daya tahan imunisasi menurun, kata Suhendro, sebaiknya dipilih antibiotik yang bersifat bakterisidal. Antibiotik dipilih sedapat mungkin memiliki spektrum sempit dapat ditoleransi dengan baik dengan harga yang relatif murah.
“Dan yang terakhir, faktor kondisi yang mendasari host, seperti riwayat alergi obat atau intoleransi, gangguan fungsi ginjal dan hati,“ ujarnya.
Suhendro menuturkan, perubahan farmakologi obat yang terjadi juga harus dipertimbangkan saat pemberian antibiotik. Misalnya, penurunan fungsi ginjal, kemungkinan aksi antar obat dan toksisitas obat yang meningkat.
Beta-laktam antibiotik merupakan salah satu antibiotik yang paling sering diberikan untuk pengobatan infeksi pada pasien usia lanjut. Antibiotik ini memiliki spektrum yang luas, farmakokinetik dan tingkat keamanan yang baik, tidak memerlukan pengukuran konsentrasi serum.
“Pengunaan antibiotik yang rasional tidak saja memiliki keuntungan secara klinis bagi pasien, namun juga memiliki keuntungan secara ekonomis. Pemilihan terapi antibiotik yang tidak sesuai akan menyebabkan kegagalan terapi dan efek samping, sehinga akan memperpanjang lama rawat di rumah sakit serta meningkatkan biaya perawatan, ”ungkapnya.
Untuk memastikan penyebab penyakit, diperlukan pemeriksaan mendalam baik dari gejala yang tampak maupun gejala yang tak tampak. Gejala tampak bisa dirasakan sendiri oleh penderita tanpa pemeriksaan lebih dalam di klinik, sedangkan gejala tak tampak harus diperiksa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.
Berdasarkan pemeriksaan yang benar tersebut, maka dapat dilakukan penanganan medis efektif. Sementara itu, pada anak-anak, pengobatan melalui pemberian antibiotik harus lebih diperinci lagi.
Diketahui, demam pada anak 90-95 persen disebabkan oleh virus, hanya 5-10 persen yang disebabkan oleh bakteri. Karakteristik demam dapat membantu membedakan infeksi bakteri dengan virus.
Demam dengan suhu tinggi dan durasi lama disebabkan oleh bakteri dibandingkan oleh virus. Pemberian antibiotik pada demam anak dapat dibenarkan jika suhu anak di atas 40 derajat celsius dengan usia kurang dari 36 bulan (3 tahun) tanpa fokus infeksi yang jelas.
Panduan dosis antibiotik biasanya berdasarkan atas uji klinis pada anak normal yang sehat atau merupakan ekstrapolasi dari data pada dewasa. Pemilihan antibiotik awal harus berdasarkan data pola kuman dan resistensi setempat.
Dr. H. Hindra Irawan Satari, Sp.A (K),MTropPaed, Spesialis Anak, Konsultan PenyakitInfeksi dan Pediatri Tropis RSPI menjelaskan, keputusan untuk memulai terapi antibiotika pada anak harus didasarkan pada temuan infeksi bakteri yang dibuktikan dengan biakan. Secara klinik, infeksi bakteri umumnya berupa demam tinggi yang melampaui 40 derajat celsius selama lebih dari tiga hari
(Sumber Okezone.com)
Baca artikel terkait:
1.Merawat Bayi dan Balita
2.Bahaya susu formula
3.Jika anak terserang kejang/step
4.Diare akibat Rotavirus
5.Pedoman jadwal imunisasi
6.Aturan pemakaian obat antibiotik
Aturan pemakaian antibiotik
DALAM penanganan penyakit infeksi, pemberian antibiotik perlu diperhatikan dengan serius. Tidak semua penyakit infeksi memerlukan antibiotik. Ada aturan-aturan yang melingkupi konsumsi antibiotik.
Pemberian antibiotik dapat dibenarkan jika penyakit yang diderita disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik yang akan mempersulit pengobatan infeksi serta meningkatkan resiko kesakitan dan kematian.
Simak sembilan aturan minum antibiotik, berikut ini:
1. Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik. Gunakan antibiotik hanya dengan resep dokter, dengan dosis dan jangka waktu sesuai resep.
2. Jangan percaya pada rekomendasi teman, kerabat, atau petugas apotek yang menyarankan minum antibiotik tertentu tanpa rekomendasi seorang dokter.
3. Jangan sekali-kali membeli atau menggunakan antibiotik berdasarkan resep sebelumnya. Jika pernah tersisa antibiotik dari resep sebelumnya, sebaiknya jangan digunakan tanpa instruksi dokter.
4. Saat berobat, tanyakan pada dokter, obat mana dari resep yang mengandung antibiotik. Tanyakan pula dosis dan cara minumnya. Salah penggunaan antibiotik menyebabkan obat ini menjadi tidak efektif lagi, bisa terjadi kekebalan kuman, bahkan dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.
5. Tuntaskan resep dokter sesuai anjuran. Jangan pernah berhenti makan antibiotik meski sudah tidak merasakan gejala penyakit atau sudah merasa sehat. Pemberhentian antibiotik yang tidak sesuai waktu, atau terlalu cepat, bisa membuat bakteri bertahan hidup dan menyebabkan infeksi berulang.
6. Umumnya penggunaan antibiotik dikonsumsi 30 menit sesudah makan, kecuali antibiotik amoxicillin harus diminum sebelum makan.
7. Beberapa penelitian menyebutkan, ada makanan-makanan yang baik untuk dikonsumsi selama minum antibiotik. Antara lain yogurt, ragi, tetes tebu, kailan dan sayuran hijau lainnya serta biji labu. Makanan-makanan ini mengandung zat gizi penting bagi tubuh yang terkikis saat minum antibiotik.
8. Antibiotik umumnya diberikan selama seminggu. Jika dokter hanya memberikan untuk waktu tiga hari sebaiknya Anda minta lagi atau beli lagi di apotek. Jika diminum tiga kali sehari berarti butuh 20-21 tablet, jika diminum dua kali sehari butuh 14-15 tablet.
9. Pilek, batuk dan diare pada umumnya tidak memerlukan antibiotik. Konsumsi air yang cukup, istirahat cukup serta konsumsi multivitamin atau atau suplemen yang tepat dapat mengembalikan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi virus yang menyerang dan dapat sembuh dengan sendirinya.
(Sumber Okezone.com)
Baca artikel terkait:
1.Merawat Bayi dan Balita
2.Bahaya susu formula
3.Jika anak terserang kejang/step
4.Diare akibat Rotavirus
5.Pedoman jadwal imunisasi
6.Jangan sembarangan minum antibiotik
Pemberian antibiotik dapat dibenarkan jika penyakit yang diderita disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik yang akan mempersulit pengobatan infeksi serta meningkatkan resiko kesakitan dan kematian.
Simak sembilan aturan minum antibiotik, berikut ini:
1. Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik. Gunakan antibiotik hanya dengan resep dokter, dengan dosis dan jangka waktu sesuai resep.
2. Jangan percaya pada rekomendasi teman, kerabat, atau petugas apotek yang menyarankan minum antibiotik tertentu tanpa rekomendasi seorang dokter.
3. Jangan sekali-kali membeli atau menggunakan antibiotik berdasarkan resep sebelumnya. Jika pernah tersisa antibiotik dari resep sebelumnya, sebaiknya jangan digunakan tanpa instruksi dokter.
4. Saat berobat, tanyakan pada dokter, obat mana dari resep yang mengandung antibiotik. Tanyakan pula dosis dan cara minumnya. Salah penggunaan antibiotik menyebabkan obat ini menjadi tidak efektif lagi, bisa terjadi kekebalan kuman, bahkan dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.
5. Tuntaskan resep dokter sesuai anjuran. Jangan pernah berhenti makan antibiotik meski sudah tidak merasakan gejala penyakit atau sudah merasa sehat. Pemberhentian antibiotik yang tidak sesuai waktu, atau terlalu cepat, bisa membuat bakteri bertahan hidup dan menyebabkan infeksi berulang.
6. Umumnya penggunaan antibiotik dikonsumsi 30 menit sesudah makan, kecuali antibiotik amoxicillin harus diminum sebelum makan.
7. Beberapa penelitian menyebutkan, ada makanan-makanan yang baik untuk dikonsumsi selama minum antibiotik. Antara lain yogurt, ragi, tetes tebu, kailan dan sayuran hijau lainnya serta biji labu. Makanan-makanan ini mengandung zat gizi penting bagi tubuh yang terkikis saat minum antibiotik.
8. Antibiotik umumnya diberikan selama seminggu. Jika dokter hanya memberikan untuk waktu tiga hari sebaiknya Anda minta lagi atau beli lagi di apotek. Jika diminum tiga kali sehari berarti butuh 20-21 tablet, jika diminum dua kali sehari butuh 14-15 tablet.
9. Pilek, batuk dan diare pada umumnya tidak memerlukan antibiotik. Konsumsi air yang cukup, istirahat cukup serta konsumsi multivitamin atau atau suplemen yang tepat dapat mengembalikan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi virus yang menyerang dan dapat sembuh dengan sendirinya.
(Sumber Okezone.com)
Baca artikel terkait:
1.Merawat Bayi dan Balita
2.Bahaya susu formula
3.Jika anak terserang kejang/step
4.Diare akibat Rotavirus
5.Pedoman jadwal imunisasi
6.Jangan sembarangan minum antibiotik
01 Desember, 2011
Ac hemat energi
Cuaca panas dan hawa pengap di dalam rumah hampir bisa dijumpai di setiap rumah di kota-kota besar seperti Jakarta.
Setiap keluarga menginginkan rumah yang sejuk dan nyaman untuk tinggal, untuk itu dibutuhkan perangkat Air Conditioner yang bisa mengatur suhu yang ada didalam rumah sesuai dengan keinginan.
Kendala terbesar yang dihadapi para calon pembeli adalah AC yang beredar dipasaran sebagian besar membutuhkan daya listrik yang cukup besar, tengok saja AC dengan kapasitas 1 PK bisa membutuhkan daya 900 sampai 1200watt dan untuk kelas 1/2PK bisa membutuhkan daya 600 sampai 900watt. Tentunya tidak semua rumah memiliki daya sebesar tersebut, belum lagi dibagi untuk perangkat elektronik lainnya seperti pompa air, TV, kulkas dll. Hal ini yang sering membuat calon pembeli mengurungkan niat untuk membeli AC.
Atau anda saat ini sudah memasang AC di rumah dan selalu mendapatkan tagihan listrik yang besar setiap bulannya. Saatnya anda beralih ke AC hemat energi.
Bagi anda yang rumahnya hanya memiliki daya 900 sampai 1200 watt, jangan berkecil hati. Saat ini PT. Sharp sudah meluncurkan AC hemat energi dengan konsumsi daya 240watt. Anda tidak perlu kuatir listrik di rumah padam tiba-tiba (jeglek). Anda bisa menikmati hembusan udara sejuk dan sehat dengan fasilitas plasmaclusternya yang bisa memurnikan dan membunuh virus penyakit.
Produk tersebut bernama Sharp Eco Inverter Plasmacluster Type AH-XP5MSY dengan kapasitas 1/2 PK sangat cocok untuk ditempatkan di kamar tidur dengan ukuran 3m x 4m. AC ini hanya butuh 240watt dan sudah berteknologi Inveter.
Teknologi Inverter saat ini menjadi sangat populer di perangkat AC karena bisa menghemat energi listrik sampai 60% lebih hemat dari pada AC tanpa Inverter.
Karena disegmen AC 1/2PK baru Sharp dan Daikin yang menerapkan teknologi inverter, maka AC tersebut banyak diburu calon konsumen. Banyak yang kesulitan mendapatkan AC tersebut karena memang sedang over booking, banyak store elektronik besar juga kesulitan mendapatkan AC produksi Sharp ini (karena harga lebih murah dari pada produk Daikin jadi banyak yang membeli Sharp).
Jika anda berminat untuk membeli AC Sharp Eco Inverter Type AH-XP5MSY bisa menghubungi Dia Shop di 021-71333821. Harga berkisar Rp. 3.5 juta (sudah termasuk biaya kirim, ongkos pasang, pipa dan kabel listrik). Harga bisa negosiasi sesuai tempat tinggal calon pembeli.
Baca juga :
1. Sharp Inverter
2. AC Inverter
Setiap keluarga menginginkan rumah yang sejuk dan nyaman untuk tinggal, untuk itu dibutuhkan perangkat Air Conditioner yang bisa mengatur suhu yang ada didalam rumah sesuai dengan keinginan.
Kendala terbesar yang dihadapi para calon pembeli adalah AC yang beredar dipasaran sebagian besar membutuhkan daya listrik yang cukup besar, tengok saja AC dengan kapasitas 1 PK bisa membutuhkan daya 900 sampai 1200watt dan untuk kelas 1/2PK bisa membutuhkan daya 600 sampai 900watt. Tentunya tidak semua rumah memiliki daya sebesar tersebut, belum lagi dibagi untuk perangkat elektronik lainnya seperti pompa air, TV, kulkas dll. Hal ini yang sering membuat calon pembeli mengurungkan niat untuk membeli AC.
Atau anda saat ini sudah memasang AC di rumah dan selalu mendapatkan tagihan listrik yang besar setiap bulannya. Saatnya anda beralih ke AC hemat energi.
Bagi anda yang rumahnya hanya memiliki daya 900 sampai 1200 watt, jangan berkecil hati. Saat ini PT. Sharp sudah meluncurkan AC hemat energi dengan konsumsi daya 240watt. Anda tidak perlu kuatir listrik di rumah padam tiba-tiba (jeglek). Anda bisa menikmati hembusan udara sejuk dan sehat dengan fasilitas plasmaclusternya yang bisa memurnikan dan membunuh virus penyakit.
Produk tersebut bernama Sharp Eco Inverter Plasmacluster Type AH-XP5MSY dengan kapasitas 1/2 PK sangat cocok untuk ditempatkan di kamar tidur dengan ukuran 3m x 4m. AC ini hanya butuh 240watt dan sudah berteknologi Inveter.
Teknologi Inverter saat ini menjadi sangat populer di perangkat AC karena bisa menghemat energi listrik sampai 60% lebih hemat dari pada AC tanpa Inverter.
Karena disegmen AC 1/2PK baru Sharp dan Daikin yang menerapkan teknologi inverter, maka AC tersebut banyak diburu calon konsumen. Banyak yang kesulitan mendapatkan AC tersebut karena memang sedang over booking, banyak store elektronik besar juga kesulitan mendapatkan AC produksi Sharp ini (karena harga lebih murah dari pada produk Daikin jadi banyak yang membeli Sharp).
Jika anda berminat untuk membeli AC Sharp Eco Inverter Type AH-XP5MSY bisa menghubungi Dia Shop di 021-71333821. Harga berkisar Rp. 3.5 juta (sudah termasuk biaya kirim, ongkos pasang, pipa dan kabel listrik). Harga bisa negosiasi sesuai tempat tinggal calon pembeli.
Baca juga :
1. Sharp Inverter
2. AC Inverter
28 November, 2011
Jembatan Roboh di Sungai Mahakam


Runtuhnya konstruksi jembatan sungai Mahakan di daerah Kutaikartanegara menjadi salah satu tragedi baik kemanusiaan maupun dunia keteknikan di Indonesia. Jembatan Kukar yang panjangnya 1,050 kilometer tersebut merupakan jembatan gantung milik pemerintah provinsi dan bukan jalan nasional atau kewenangan pemerintah pusat. Namun, sebagian dana pembangunan jembatan gantung tersebut berasal dari APBN sebesar Rp36 miliar (Sumber Media Indonesia).
Tempo interaktif menyebutkan bahwa jembatan ini pernah ditabrak ponton pengangkut batu bara beberapa kali, hal ini menyebabkan kerusakan pada jembatan dan saat sedang diperbaiki terjadilah keruntuhan jembatan tersebut. Media Indonesia juga menyebutkan tiga tahun lalu sempat runtuh juga akibat tertabrak kendaraan besar tronton, tapi tidak lama kemudian bisa dipergunakan kembali.
Sumatera express menyebutkan bahwa selama sepuluh tahun, jembatan ini mendapat tiga kali perbaikan. Pada perbaikan ketiga yakni mendongkrak dan mengencangkan kabel jembatan, petaka itu tiba. Petaka 30 detik di sore 26 November 2011.
Untuk saat ini sedang difokuskan untuk upaya evakuasi dari korban. Beberapa instansi juga ikut berupaya untuk melakukan investigasi mengenai penyebab runtuhnya jembatan ini. Polri bersama tim dari ITB melakukan investigasi mulai dari proses awal (tender) sampai dengan kejadian runtuhnya jembatan.
Sumatera express juga menyebutkan bahwa penyelidikan yang dipimpin Iwan Zarkarsih, kasubdit teknik jembatan Ditjen Bina Marga, Kementerian PU, tim menemukan penggantung kabel penyangga jembatan menancap di tanah, sekitar lima meter dari fondasi jembatan.
Penggantung (hanger) kabel penyangga ini panjangnya satu meter, berbahan baja, dan memiliki berat sepuluh kilogram. Sejumlah anggota tim menduga, penggantung yang berfungsi sebagai pengait kabel penyangga pada kabel utama tak mampu menahan beban. Sebab, mur yang menempel di penggantung ditemukan patah.
Baca artikel terkait:
1.Jembatan Marunda runtuh
2.Reinforced concrete
26 November, 2011
Warga menolak pabrik semen

Pegunungan kendeng utara berada di wilayah kabupaten Pati bagian selatan dikenal memiliki sumberdaya alam diantaranya adalah kaya akan bahan baku semen. Untuk itu beberapa perusahaan semen berupaya untuk mendirikan parik semen disana.
Namun berbagai unsur masyarakat disana sudah berusaha sekuat tenaga untuk menolak pendirian pabrik semen di sana, salah satunya dengan menandatangani petisi tentang penolakan warga atas rencana pendirian pabrik semen dilokasi tersebut yang sudah dikirimkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan (Kompas, 26 Nopember 2011).
Perlu diketahui bersama bahwa rangkaian pegunungan kendeng yang membentang di daerah Kab. Pati, Kab. Kudus dan Kab Grobogan merupakan salah satu kawasan penyokong untuk sumber air (DAS) bagi kebutuhan masyarakat di beberapa kabupaten di wilayah Jawa Tengah bagian timur utara tersebut (salah satu wilayah lumbung padi Jawa Tengah). Masyarakat di wilayah tersebut sebagian besar berprofesi sebagai petani yang membutuhkan air irigasi untuk mendukung kegiatan pertanian. Akan sangat berdampak luar biasa luas khususnya pada produksi pertanian apabila kawasan pegunungan tersebut rusak akibat eksploitasi kegiatan usaha pertambangan yang dapat berakibat merusak lingkungan dan sumber air.
Seyogyanya pemerintah lebih mendalam lagi dalam melakukan kajian mengenai dampak dari rencana eksploitasi pegunungan kendeng untuk usaha pertambangan semen, karena perekonomian masyarakat di wilayah seluas itu akan ikut terpukul jika terjadi kerusakan lingkungan di kawasan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)