08 November, 2011

Ac inverter


AC atau lebih dikenal sebagai air conditoner adalah salah satu perangkat rumah tangga yang berfungsi untuk mendinginkan ruangan. AC sekarang merupakan salah satu perangkat yang semakin dibutuhkan khususnya bagi para keluarga yang tinggal di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat suhu udara dan kualitas udara yang kurang bagus.
Saat ini banyak beredar berbagai jenis dan merek ac yang menawarkan berbagai kelebihan. Mulai dari jenis konvensional, Low wattage sampai generasi terbaru adalah ac inverter.
Perbedaan mendasar dari ketiga jenis ac di atas adalah besarnya daya yang dibutuhkan untuk operasional ac yang nantinya berhubungan dengan besar kecilnya tagihan listrik rumah anda.
AC inverter bekerja dengan arus searah (Direct Current) sedangkan ac konvensional dan low wattage menggunakan arus bolak - balik (Alternate current. perbedaan utama dari kedua sistem ini adalah besar putaran motor kompresor yang menggunakan arus DC bisa bervariasi sesuai dengan kebutuhan sedangkan untuk motor arus AC memiliki nilai yang konstan.
Hubungan dengan besarnya daya adalah ac inverter bekerja sesuai dengan kebutuhan disaat suhu sudah tercapai maka dia akan relatif stabil dengan konsumsi listrik yang lebih kecil (kompresor tetap bekerja meski dengan daya terkecilnya karena suhunya sudah sesuai / konsumsi listrik sesuai dengan situasi suhu). Saat pertama dinyalakan ac inverter akan menyedot daya cukup besar untuk segera mendinginkan ruangan dan seiring lamanya waktu daya yang dibutuhkan semakin kecil sampai suhu ruangan yang diinginkan tercapai.
Sedangkan type jenis konvensional, Low wattage menggunakan termostat dimana apabila suhu sudah tercapai maka kompresor akan berhenti bekerja (mati) dan ketika terdapat selisih suhu maka kompresor akan kembali menyala (motor kompresor nyala dan mati sesuai sensor termostat.
Dari sisi refrigerant (bahan pendingin ac) untuk ac dengan sistem inverter menggunakan jenis R410A yang merupakan jenis pendingin bebas freon sehingga ramah lingkungan (harga lebih mahal dari freon biasa), sedangkan ac jenis lama menggunakan refrigerant jenis R22 (mengandung freon).
Keuntungan AC inverter dibanding AC konvensional dan Low wattage :
-Lebih cepat mendinginkan ruangan.
-Saat pertama dinyalakan mengkonsumsi daya listrik 1/3 lebih rendah.
-Lebih hemat energi dan biaya karena konsumsi listrik bisa hemat sampai dengan 60% dari type lain.
-Tidak perlu takut terjadi listrik padam mendadak karena rumah kelebihan beban listrik, sebab inverter akan mengatur pemakaian daya listrik sesuai kebutuhannya saja.
-Ac inverter meiliki sensor suhu yang lebih akurat (sampai 0.5 derajat) sedangkan jenis lainnya 1 derajat).
-Bahan pendingin lebih ramah lingkungan (tidak merusak ozone).
Dipasaran terdapat beberapa merek dengan sistem inverter, untuk saat ini beberapa produsen terkenal sudah meluncurkan produknya mulai dari daya 1/2 PK sampai 2.5PK diantaranya:
-Sharp type AH-XP5MSY (daya 1/2 PK) sudah dilengkapi dengan Plasmacluster
-Daikin type RK15 (daya 1/2 PK)
-Panasonic Envio type CS/CU-S10JKP (daya 1 PK)
-LG type S10INV-2 (daya 1 PK)
Jadi jika anda ingin memasang ac dengan pertimbangan hemat listrik anda layak menggunakan ac inverter.
Baca artikel terkait:
1.AC Sharp inverter 1/2PK
2.AC hemat energi

3 komentar:

  1. numpang tanya mas, ada grafik perbandingan/komparasi biaya antara ac konvensional dan ac inverter tidak? misal sama dengan daya 1 PK

    BalasHapus
  2. Berapa harga froen 410 perkiloo ?

    BalasHapus
  3. Berapa harga froen 410 perkiloo ?

    BalasHapus