07 Desember, 2011

Aturan pemakaian antibiotik

DALAM penanganan penyakit infeksi, pemberian antibiotik perlu diperhatikan dengan serius. Tidak semua penyakit infeksi memerlukan antibiotik. Ada aturan-aturan yang melingkupi konsumsi antibiotik.
Pemberian antibiotik dapat dibenarkan jika penyakit yang diderita disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik yang akan mempersulit pengobatan infeksi serta meningkatkan resiko kesakitan dan kematian.
Simak sembilan aturan minum antibiotik, berikut ini:
1. Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik. Gunakan antibiotik hanya dengan resep dokter, dengan dosis dan jangka waktu sesuai resep.
2. Jangan percaya pada rekomendasi teman, kerabat, atau petugas apotek yang menyarankan minum antibiotik tertentu tanpa rekomendasi seorang dokter.
3. Jangan sekali-kali membeli atau menggunakan antibiotik berdasarkan resep sebelumnya. Jika pernah tersisa antibiotik dari resep sebelumnya, sebaiknya jangan digunakan tanpa instruksi dokter.
4. Saat berobat, tanyakan pada dokter, obat mana dari resep yang mengandung antibiotik. Tanyakan pula dosis dan cara minumnya. Salah penggunaan antibiotik menyebabkan obat ini menjadi tidak efektif lagi, bisa terjadi kekebalan kuman, bahkan dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.
5. Tuntaskan resep dokter sesuai anjuran. Jangan pernah berhenti makan antibiotik meski sudah tidak merasakan gejala penyakit atau sudah merasa sehat. Pemberhentian antibiotik yang tidak sesuai waktu, atau terlalu cepat, bisa membuat bakteri bertahan hidup dan menyebabkan infeksi berulang.
6. Umumnya penggunaan antibiotik dikonsumsi 30 menit sesudah makan, kecuali antibiotik amoxicillin harus diminum sebelum makan.
7. Beberapa penelitian menyebutkan, ada makanan-makanan yang baik untuk dikonsumsi selama minum antibiotik. Antara lain yogurt, ragi, tetes tebu, kailan dan sayuran hijau lainnya serta biji labu. Makanan-makanan ini mengandung zat gizi penting bagi tubuh yang terkikis saat minum antibiotik.
8. Antibiotik umumnya diberikan selama seminggu. Jika dokter hanya memberikan untuk waktu tiga hari sebaiknya Anda minta lagi atau beli lagi di apotek. Jika diminum tiga kali sehari berarti butuh 20-21 tablet, jika diminum dua kali sehari butuh 14-15 tablet.
9. Pilek, batuk dan diare pada umumnya tidak memerlukan antibiotik. Konsumsi air yang cukup, istirahat cukup serta konsumsi multivitamin atau atau suplemen yang tepat dapat mengembalikan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi virus yang menyerang dan dapat sembuh dengan sendirinya.
(Sumber Okezone.com)
Baca artikel terkait:
1.Merawat Bayi dan Balita
2.Bahaya susu formula
3.Jika anak terserang kejang/step
4.Diare akibat Rotavirus
5.Pedoman jadwal imunisasi
6.Jangan sembarangan minum antibiotik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar