10 November, 2010

Mengendarai motor


Musim hujan sudah datang, salah satu problematika di kota besar misal di Jakarta adalah Banjir dan genangan air di jalanan yang bisa mengakibatkan kemacetan lalu-lintas yang luar biasa dampaknya. Sepeda motor adalah salah satu moda transportasi yang sangat populer di Jakarta karena lincah dalam menembus kemacetan lalu-lintas. Namun tatkala terjadi banjir atau genangan air yang cukup dalam, diperlukan teknik tersendiri untuk melintasinya atau sepeda motor anda menjadi mogok dan perlu perawatan khusus dibengkel bahkan yang lebih bahaya anda bisa celaka karena melintasi lubang jalan yang tertutup air.
Berikut adalah tips dan teknik mengendarai sepeda motor saat melaju melalui genangan air:
1.Saat anda melihat genangan air didepan anda, Langkah pertama yang anda lakukan adalah kurangi kecepatan motor anda. Meskipun genangan air hanya sedikit namun bisa membuat celaka karena motor bisa menjadi oleng karena air bisa mengurangi laju motor anda dengan tiba-tida disamping juga bisa membuat ban anda menjadi selip.
2.Lihatlah dengan seksama kondisi genangan air yang terjadi. Jika anda sudah terbiasa melalui jalan tersebut saat tidak ada genangan tentu anda hafal apakah jalan yang tergenang tersebut terdapat lubang atau tidak dan andapun bisa memprediksi kedalaman genangan air tersebut. Namun jika anda tidak hafal dengan kondisi jalan tersebut, anda bisa melihat dari kendaraan lain yang lebih dahulu melintasinya. Lihat dan analisa dari kendaraan yang lewat tersebut tentang adanya lubang jalan dan kedalaman genangan.
3.Jika anda melalui genangan air rendah (tidak merendam busi dan knalpot) yang penting anda lakukan adalah melajulah dengan pelan dan perhatikan kendaraan di depan anda agar anda tidak terperosok di lubang. Jika kendaraan di depan anda melalui jalur yang sepertinya bagus anda bisa mengikuti dibelakangnya dengan jarak minimal 5 meter, hal ini untuk menghindari anda ikut terperosok tatkala kendaraan di depan anda tiba-tiba terperosok. Dengan jarak tersebut anda masih memiliki kesempatan menghindari lubang yang dilalui kendaraan di depan anda.
4.Perhatikan juga jenis knalpot yang terpasang di motor anda, untuk lubang knalpot yang letaknya tinggi lebih aman melintasi genangan. Untuk motor jenis sport (misal: Tiger, Mega Pro, Scorpio, Vixion, dll) hampir semua kanlpotnya tinggi, namun untuk jenis bebek tidak semuanya. Beberapa sepeda motor bebek keluaran baru saat ini sudah dilengkapi dengan jenis knalpot yang ujungnya lebih tinggi (mendongak) misalnya: Supra X 125R,Blade, Revo, New Shogun, Vega ZR, Jupiter Z, Jupiter MX, dll. Namun untuk jenis matic meskipun knalpot sudah lebih mendongak ke atas namun karena roda motor jenis ini lebih kecil diameternya, maka tetap saja posisi knalpot masih kurang tinggi.
5.Jika anda melintasi genangan dalam yang bisa merendam knalpot namun busi masih belum terendam, maka sebelum masuk ke genangan gunakan percepatan gigi 1. Kemudian saat berada di genangan tetaplah melaju dengan gigi 1 dan melajulah dengan kecepatan konstan.Handle gas (throtle) harus dalam posisi tetap penuh tanpa melakukan “blayer” (meraung-raungkan mesin). Hal ini untuk menjaga agar gas buang tetap bisa keluar dari knalpot dengan lumpsump sehingga air tidak dapat masuk ke dalam lubang knalpot.
6.Jika tinggi genangan air bisa merendam busi motor anda, maka sebaiknya anda tidak memaksakan diri melintasinya karena pasti motor anda akan mogok. Langkah paling bijaksana adalah parkir motor anda ditempat aman dan tunggu hingga genangan surut dan aman anda lalui. Untuk motor jenis sport letak busi lebih tinggi sekitar 50cm dari aspal jalan. Namun untuk jenis bebek (Underbone) dan matic letak busi cukup rendah sekitar 20cm dari aspal.
7.Setelah anda berhasil keluar dari genangan air, sempatkan sejenak untuk memarkir motor anda dengan standar tengah dan kondisi mesin tetap hidup. Periksa bagian motor anda, lihat apakah ada asap putih keluar dari knalpot anda. Matikan mesin dan buka penutup indikator oli mesin lihat apakah warna oli mesin berubah/ada air didalamnya. Jika ada berarti ada air yang masuk ke tempat oli dan bercampur dengan oli mesin, bawa ke bengkel dan ganti oli mesin dengan yang baru.
8.Jika motor anda mogok akibat terkena genangan, langkah yang bisa anda lakukan adalah bongkar busi dan keringkan dengan kain. Sambil busi dikeringkan, tutuplah lubang busi dengan kain kering dan engkol mesin dengan kick stater (posisi kunci kontak off) beberapa kali sampai terasa kompresi mesin meningkat dan bensin yang tidak terbakar keluar dari ruang bakar. Setelah dirasa kering baik busi dan ruang bakar, pasang kembali busi dan nyalakan mesin sampai hidup. Setelah mesin hidup, jangan memutar tuas gas besar-besar (dengan harapan mesin cepat kembali normal) karena oli mesin belum tersebar merata ke mesin. Nyalakan dengan bukaan gas sesuai irama mesin sampai didapatkan putaran stationer, setelah itu anda bisa kembali melanjutkan perjalanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar