30 Maret, 2011

Oli Mesin


Di dalam sistem permesinan, oli memegang peran yang sangat vital. Diantaranya adalah untuk melumasi dan melindungi bagian dari mesin dari keausan, bahkan untuk oli-oli dengan teknologi terbaru sudah ditambahkan bahan detergent untuk sekaligus membersihkan mesin dari kotoran dan kerak di dalam mesin.

Berdasarkan bahan baku oli, maka oli mesin dibedakan menjadi:

1.Oli mesin dari bahan-bahan mineral : bahan dasar oli berasal dari bahan-bahan minyak bumi (hasil penyulingan minyak bumi). Oli dengan jenis bahan ini memiliki mutu yang kurang bagus. Oli ini sesuai digunakan pada mesin-mesin kendaraan generasi lama. Sedangkan untuk mesin dengan teknologi terbaru tidak cocok menggunakan oli jenis ini karena memiliki presisi tinggi dengan celah antar komponen mesin yang sangat kecil. Oli jenis ini harganya murah dan pada suhu yang tinggi biasanya kekentalannya sudah tidak stabil sehingga daya lumasnya menjadi buruk.

2.Oli semi sintesis: oli dari bahan campuran antara mineral ini adalah jenis oli yang mengunakan bahan dasar dari campuran antara bahan minyak bumi dan bahan dari sintesis (kimia buatan). Oli jenis ini memiliki kualitas pelumasan dan daya tahan yang lebih baik dari pada oli mineral. Harga lebih mahal dari jenis mineral.

3.Oli mesin dari bahan full sintesis: ini adalah jenis oli yang sepenuhnya menggunakan bahan sintesis (kimia) biasanya dari bahan Esther. Oli ini memiliki kualitas yang lebih baik dari pada oli mineral dan semi sintetis. Kelebihannya adalah memiliki tingkat kekentalan yang lebih stabil di berbagai rentang suhu, bahkan di suhu panas oli masih memiliki kekentalan yang baik. Mampu melumasi celah terkecil dari mesin sehingga tingkat perlindungannya lebih sempurna dan umur oli juga lebih lama. Untuk merek tertentu jenis ini juga ditambahkan sejenis additive detergent yang berguna untuk membersihkan mesin dari kerak dan karat sehingga mesin lebih bersih. Harga mahal. Cocok untuk pemakain di perkotaan yang sering macet.

Berdasarkan kekentalan Oli: kekentalan oli biasanya dinyatakan dengan simbol SAE (Society of American Enginner) dan angka dibelakangnya menunjukkan suhu terendah sampai suhu tertinggi yang dapat dilayani oleh oli tersebut. Untuk daerah tertentu diberikan simbol tambahan, misal W adalah singkatan dari winter (untuk negara yang memiliki musim salju).

Beberapa jenis kekentalan oli yang sering dijumpai di pasaran :

SAE 10W-40 : untuk suhu 10 sampai 40 derajat celcius dan bisa dipakai didaerah bersalju. Sesuai untuk kendaraan yang jarang dipergunakan.

SAE 15W-40 : untuk suhu 15 sampai 40 derajat celcius dan bisa dipakai didaerah bersalju

SAE 20-50 : untuk suhu 20 sampai 50 derajat celcius. Sesuai untuk kondisi jalan yang sering macet yang bisa mengakibatkan suhu mesin tinggi

Berdasarkan mutu Oli, maka jenis oli yang beredar di pasaran dapat diketahui dari kode yang diberikan pada labelnya. Kode ini berupa kode “API” kepanjangan dari (American Petroleum Institute) ditambahkan satu huruf abjad mulai dari yang mutunya terendah yakni “A” sampai “L” terakhir yang kami ketahui baru sampai di abjad “L”. contoh : API SF memiliki mutu lebih rendah dari API SM yang juga memiliki mutu lebih rendah dari API SL

Beberapa produsen oli juga menambahkan satu lagi kriteria pada mutu oli mereka, yakni oli tersebut telah lolos “JASO” dan “MA” biasanya kriteria ini lebih berkaitan dengan mutu oli yang tidak menyebabkan selip kopling.

Beberapa kriteria di atas disamping berkaitan dengan mutu dan kualitas oli juga sebanding dengan harga dari oli tersebut. Semakin bagus klasifikasi oli, maka harganyapun akan semakin mahal. Sebagai konsumen kita tidak perlu bingung dalam menentukan pilihan. Setiap kendaraan memiliki spesifikasi akan oli yang harus dipakai, disesuaikan juga dengan medan yang dilalui dan frekuensi pemakaian kendaraan, tidak semua kendaraan harus menggunakan oli jenis full sintesis dengan mutu FL dan JASO MA.
Namun jika anda sebagai konsumen memiliki dana lebih dan ingin kendaraan tampil prima, tidak ada salahnya memberikan oli terbaik untuk kendaraan anda. Konsultasikan dengan ahli / mekanik yang berpengalaman tentang spesifikasi oli yang sesuai dengan kendaraan anda, niscaya mesin akan awet dan selalu prima.

19 komentar:

  1. Terima kasih ilmu nya bro. btw, mgkn belum diedit

    "SAE 15W-40 : untuk suhu 10 sampai 40 derajat celcius dan bisa dipakai didaerah bersalju"
    mungkin maksudnya untuk suhu 15 sampai 40 derajat.

    BalasHapus
  2. Pak Eko, mau bertanya nich..mohon penjelasannya mengenai panther bonet super thn 1998..apa sama dengan royal..? saya baru tahu kalau ada type bonet super...,terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Generasi Panther dari awal sampai dengan sekarang ada 4 , yaitu:

      Panther Generasi Pertama (1991 - 1996)
      Kapasitas mesin = 2238 cc Indirect injection
      Jenis Mesin = 4 Silinder 2238cc OHV
      Kode mesin = c223
      Kode bodi = TBR 52
      Tenaga Maksimum = 58dk/4300rpm

      Jenisnya: (dari tingkat yang paling tinggi)
      Hi Grade
      Royal
      Total Assy (Deluxe)
      Standard

      Panther Generasi kedua (1996 - 2000)
      Kapasitas mesin = 2500cc
      Jenis Mesin = 4 Silinder 2500cc OHV Direct Injection
      Tenaga Maksiumum = 86dk/3900rpm
      Kode mesin = 4ja1
      Kode Body = TBR 54


      Jenisnya : (dari tingkat yang paling tinggi)
      New Hi-grade ( 1997-2001)
      Hi-grade (1996-1997)
      Hi sporty (1996-2000)
      New Royal (1997-2001)
      Grand Royal (1996-1997)
      Royal (1996-1998)
      Deluxe (1996-1998)
      Standar

      Panther generasi 3 / New Panther (2000 - 2005)
      Kapasitas mesin = 2500cc
      Jenis mesin =
      4 Silinder 2500cc OHV direct injection
      4silinder 2500cc OHV direct injection (Smart, LM, LV, LS)
      Turbo Diesel (Touring)
      Tenaga maksimum = 86dk/3900rpm
      Kode body = TBR541
      Kode mesin = 4ja1

      Jenisnya : (dari tingkat yang paling tinggi)
      Grand Touring
      Touring
      LS
      SS
      LV
      SV
      LM (smart long)
      SM (smart short)

      Panther generasi 4 (Facelift, 2005 - saat ini)
      Semua hampir sama dengan New Panther, namun Isuzu melakukan pembenahan pada desain lampu, grill, serta interior, dan juga versi lain selain Touring (LS) pun telah diberi turbo guna memenuhi standar EURO.

      Jenisnya :
      Grand Touring
      Touring
      LS Turbo
      LV
      LV FF
      Smart
      Smart FF

      Hapus
  3. Setahu saya, Ukuran Oli SAE adalahukuran kekentalan Oli, bukan ukuran suhu (derajat celsius), mohon di koreksi pak Eko, supaya tidak menyesatkan...()

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas masukannya Gan..mungkin bisa dibagi pengetahuannya agar semua pembaca bisa lebih bertambah pengetahuannya..karena tidak menutup kemungkinan apa yang saya tulis masih jauh dari kebenaran. Yang terpenting semangat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman adalah sesuatu hal yang mulia.

      Hapus
  4. Pak Eko..berdasar pengetahuan saya dari dosen ketika menimba ilmu waktu Kuliah dulu, pengertian Spesifikasi Oli sebagai contoh SAE 15W-40 terjemahannya tidak sesimpel yang Pak Eko tulis. 15W-40 = oli untuk suhu 15-40 derajat Celcius adalah SALAH.

    SAE 15W-40 :
    15W = Temperatur paling ekstrem pada saat pengujian Oli (15 deg C), dimana Performa Oli mencapai batas minimum disuhu tersebut. Pengertian ini menurut saya hampir sama dengan Yielding Stress pada Logam.
    W= Winter

    40= Viscousity/Viskositas/Tingkat kekentalan Oli
    ada 40, 50, 30 , 20 pun jg ada...

    Mengenai Kode Abjad A-L di huruf terakhir kode API SF (F=huruf terakhir)
    memang menunjukkan tentang grade kualitas Oli, tetapi disini penekanannya pada aplikasi dari Oli tsb. Misal (hanya permisalan aja..sebab pastinya saya lupa), jadi misal nya Grade A-C buat kendaraat Alat berat Traktor dg putaran rendah,
    D-H buat kendaraan bermotor sehari-hari, seperti Mobil, Motor, Truck ringan.
    I- L = buat kendaraan berat seperti Truk Fuso, Excavator...
    Yang contoh ttg Grade diatas hanya permisalan..., Mengenai Klasifikasi Grade yang benar saya lupa..

    mohon koreksinya
    salam
    masmbang

    BalasHapus
  5. Terimakasih atas masukannya..buat pembaca yang lain silahkan menambahkan masukannya agar blog kita menjadi lebih bermanfaat dalam berbagi ilmu dan pengetahuan..

    BalasHapus
  6. makasih smuanya atas ilmunya gan

    BalasHapus
  7. Maaf Mas,saya mau nanya.saya Alfa pengguna kucing th 95. Ada permasalahan yg sangat mennganjal.
    Oli versneling saya netes, sudah saya bawa ke bengkel 3x dimana oleh bengkel sudah ganti seal,kemudian sudah dilas dan onderdilnya sudah diganti.,tapi masih netes juga.
    Kira2 apanya ya mas.mohon informs,terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seharusnya setelah ganti seal, maka kebocoran oli bisa diatasi. jika masih bocor coba diamati dari mana sumber rembesannya. kemungkinan terbesar adalah pemasangan packing yang kurang benar sehingga masih bocor. cek juga kekencangan baut2 nya mungkin ada yang kurang kencang. Bawa kembali ke bengkel dan komplain

      Hapus
  8. Tx infonya,sudah 4x sy service msh belum bisa mengatasi,as kopel juga sudah diganti.
    kmrn yg terakhir oleh bengkel disarankan apabila masih menetes lagi harus bongkar versneling mungkin sudah ada gigi yg aus.
    Kira2 habis berapa duit ya Mas utk penggantian komponen versneling.n kira2 berapa ongkos bengkelnya.perlu saya infokan utk 1 bln harus isi ulang 1/4 L olie versneling.
    Trm kasih jawabannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya anda ganti bengkel mas..karena kebocoran oli bukan karena gigi yang aus, melainkan karena packing dan pemasangan yang kurang kencang dan kurang benar

      Hapus
  9. Lam Knal....p eko kmi mempunyai mobil panther grand royal th 96 mau tanya brpa km untuk penggantia oli mesin, oli presneling, oli gardan dan oli power stering....? mkasih infonya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agan bisa baca di artikel : buku manual panther

      Hapus
  10. menambahkan sedikit, menurut buku yang saya baca NEW STEP1 Training MAnual dari Toyota, untuk kode index kekentalan :
    sebagai contoh SAE 10W-30 maksudnya bahwa oli mesin standar olinya SAE 10 pada -20 derajat Celcius dan standar oli sampai SAE pada 100 derajat Celcius. dan kode seperti ini biasa disebut dengan oli multi grade yang kekentalannnya tidak terpengaruh oleh adanya perubahan temperatur dan umumnya digunakan sepanjang tahun (musim)
    untuk kode kalsifikasi API saya sepakat dengan agan masmbang, kode setelah api di tekankan untuk penggunaan dan kualitas oli
    API SA di buat dari minyak murni tanpa hbahan tambah (additive) untuk mesin-mesin tua
    API SB digunakan untuk mesin operasi ringan yang mengandung sedikit jumlah anti oxident
    API SC oli yang mengandung detergent dispersent, anti-oxident
    API SD digunakan untuk mesin operasi dengan temperatur tinggi atau kondisi lainnya yang mengandung detergent-dispersent,resisting agent,antioxident,dll
    API SE digunakan untuk mesin sedang dengan kandungannya lebih banyak dari detergent dispersent,resisting agent,anti-oxident dan lain-lain
    API SF tingkat olinya tinggi dengan pemakaian resistance dan daya tahan paling baik

    sedangkan kalsifikasi API untuk oli mesin diesel dimulai dari API CA - API CD
    keterangan saya kutip dari NEWSTEP 1 dari toyota hal 1-45 - 1-46.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Informasi yang sangat bermanfaat untuk pencerahan kita bersama..

      Hapus
  11. Pak Eko, saya sempat nerjang banjir yg tingginya sekitar setengah mobil panther. Setelah menerjang, oli mesin kok bisa tercampur dg air. Setelah saya kuras oli bisa mencapai 10 liter (2 jirigen oli full). Itu kira2 masuk lewat mana? Sedangkn d saat normal oli tdk pernah netes & air radiator jg masih penuh..
    Mohon penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Air bisa masuk ke mesin saat banjir bisa melalui banyak jalan. diantaranya melalui celah sempit packing mesin yang sudah getas. kalau sampai setengah mobil (pastinya mesin semuanya terendam air) jadi bisa masuk melalui lubang knalpot dan juga lewat lubang filter udara

      Hapus