11 Januari, 2011

Mendidik anak


Anak adalah anugerah sekaligus titipan dari Allah SWT yang harus dijaga, dibesarkan dan dididik agar menjadi orang yang sempurna dan selamat dunia akhirat. Sebagai orang tua yang dianugerahkan anak di keluarga kita, maka kita harus menjaga dan merawat sang buah hati agar menjadi manusia yang sempurna jiwa dan raganya.
Kunci untuk menjadikan anak menjadi insanul kamil adalah sebagai berikut:
A.Bekali anak dengan kesehatan jiwa dan raga sejak dia lahir, sehebat apapun intelegensi bawaan anak-anak kita tidak akan banyak membantu dalam kehidupan mereka jika mereka tidak memilki jiwa dan raga yang sehat.Hal yang sangat penting yang harus dilakukan oleh para orang tua adalah memberikan imunisasi lengkap sesuai standart kesehatan sejak dia lahir. Berikana pelayanan medis yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita. Mulai dari pemilihan rumah sakit / balai pengobatan, tenaga medis dan obat-obatan yang berkualitas. Jika diperlukan, berikan proteksi asuransi kesehatan untuk memperingan beban biaya kesehatan.
B.Semua pendidikan dimulai dari rumah.
1.Semenjak anak dilahirkan, maka lingkungan yang pertama kali dia kenal dan dia pelajari adalah segala sesuatu yang ada di rumah khususnya perilaku dan kebiasaan sehari-hari orang tuanya dan penghuni rumah lainnya. Tunjukkan kepada anak tentang hal-hal positif, ajaklah mereka melakukan aktifitas dan rutinitas pekerjaan rumah agar kelak mereka juga memiliki rasa tanggung jawab untuk ikut menjaga segala sesuatu yang mereka miliki. Jadilah contoh positif bagi anak, jangan hanya menyuruh namun berilah contoh dan ajaklah anak untuk ikut terlibat langsung dalam hal-hal positif.
2.Jadilah guru pertama bagi mereka, ajarkan hal-hal positif baik yang menyangkut aktifitas keseharian, pembelajaran tentang alam sekitar hingga memberikan fondamental untuk bekal mereka menginjak pendidikan formal semisal belajar membaca dan belajar berhitung. Anak yang sudah bisa membaca dan berhitung sebelum mereka bersekolah, nantinya akan memiliki kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi dibanding dengan teman-teman lainnya yang baru belajar hal tersebut saat berada di bangku sekolah.
3.Berikan tuntunan agama baik yang bersifat ritual maupun yang bersifat sosial. Ajarkan kepada mereka tentang segala sesuatu yang diwajibkan dan yang dilarang oleh agama. Berikan contoh nyata dan ajak mereka terlibat langsung di dalamnya. Setiap melakukan aktifitas ritual keagamaan ajak mereka untuk ikut meskipun mereka belum bisa melakukannya dengan sempurna, hal ini akan membuat anak menyukai ritual agama dan akan merasakan bahwa kewajiban dan larangan dalam agama tersebut adalah sebuah kebutuhan mereka bukanlah suatu beban nantinya.
Dalam berinteraksi sosial religius, libatkan juga mereka dengan melakukan hal-hal positif semisal lakukan sholat berjamaah di mushola/masjid disekitar rumah anda. Ajak mereka juga untuk mengunjungi asrama yatim piatu dan memberikan santunan buat mereka agar anak-anak kita bisa mengerti betapa beruntungnya mereka karena memiliki orang tua dibandingkan dengan anak yatim –piatu yang tidak memiliki orang tua sehingga harus tinggal di asrama.
4.Kenalkan kepada anak tentang nilai dari uang, bukan hanya dari sisi nominal uang tapi yang terpenting adalah bagaimana jerih payah untuk mendapatkan uang tersebut. Hal ini akan membuat anak akan menghargai uang yang mereka miliki dan akan berfikir dengan bijaksana ketika mereka akan menggunakan uang yang dimilikinya. Tujuan utamanya adalah ketika dia menginjak dewasa, mereka akan bijak dalam memanage keuangan mereka.
C.Besarkan anak dalam lingkungan yang baik. Lingkungan sekitar adalah salah satu elemen pembentuk karakter dan kepribadian anak. Dengan membesarkan anak pada lingkungan yang baik maka akan terbentuk karakter dan kepribadian anak menjadi baik. Yang dimaksud lingkungan adalah segala sesuatu baik ruang, waktu maupun relasi antar kehidupan juga dengan alam semesta. Jika ingin anak memiliki sisi religius, maka besarkan anak dalam lingkungan religius.
D.Kenali potensi anak mulai dini dengan berbagai kegiatan yang bisa memunculkan potensi dan ketertarikan anak terhadap aktifitas kehidupan. Ajaklah anak untuk ikut beraktifitas dan perhatikan ketertarikan dan respons anak terhadap aktifitas yang kita kenalkan kepadanya. Jika anak senang dengan corat-coret , maka ada bakat kearah seni lukis. Jika anak senang bernyanyi atau mendengarkan musik ada bakat anak menjadi musisi. Jika anak senang berbicara, maka ada bakat anak menjadi seorang penceramah. Jika telah kita temukan bakat dan ketertarikan anak tersebut, maka asah dan berikan media agar anak bisa mengasah kemampuan dan bakatnya. Jangan pernah memaksakan segala sesuatu yang kita mau kepada anak, namun ketahuilah apa bakat dan minatnya kemudian asahlah agar menjadi hasil terbaik bagi kehidupannya nanti.
E.Tidak ada orang sukses yang lahir dan dibesarkan dalam suasana kekerasan. Didiklah anak dalam suasana keluarga yang harmonis. Kedua orang tua harus saling bahu membahu dalam mendidik anak-anaknya. Gunakanlah kata-kata bijak dan mendidik dalam berkomunikasi sehari-hari, hindari penggunaan kata-kata kotor dan keji terutama kepada anak-anak. Jangan mendidik anak dengan kekerasa fisik seperti memukul, menampar, menendang, dan sebagainya apalagi yang bisa membuat cedera kepada anak-anak kita. Sadarilah bahwa anak-anak adalah mahluk lemah yang membutuhkan perlindungan dan kasih sayang dari orang tuanya, jangan jadikan diri kita menjadi figur yang menakutkan bagi anak-anak kita. Hal ini akan berdampak buruk bagi kehidupan mereka, mulai dari anak yang minder, tidak memiliki kepercayaan diri bahkan yang lebih buruk anak akan menjadi liar dan berperilaku kasar menirukan apa yang kita lakukan padanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar