21 Desember, 2007

Idhul Adha 1428 H, penyerahan jiwa dan raga

Tanggal 10 Dzulhijah diperingati sebagai hari raya Idhul Adha atau masayarakat kita sering menyebutnya sebagai hari raya Idhul Qurban atau juga hari raya Haji.
Momen tersebut diawali sebelumnya oleh Nabi Ibrahim AS. seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Alquran menceritakan bahwa Nabi Ibrahim yang seorang nabi mendambakan memiliki seorang anak meski diusia 84 tahun. Allah akhirnya memberikannya seorang anak laki-laki nan memberikannya nama Ismail (nantinya menjadi nabi Ismail AS.) setelah menginjak usia remaja, Ibrahim mendapat isyarat dari Allah melalui miminya dia diperintahkan untuk menyembelih anaknya (Ismail). Sesuatu yang jangggal pastinya dimana saat dia dikaruniai anak yang sudha lama didambaknnya kini dia disuruuh unutk menyembelih anaknya sendiri. setelah berhari-hari dia merenungi, maka diputuskannya untuk memberitahukan mimpinya tersebut kepada Ismail, diluar dugaan Ismail menyanggupi dan bersedia untuk disembelih karena taat pada aturan Allah.
Pada hari itu, sepakatlah mereka berdua untuk melaksanakan penyembelihan Ismail. setelah semuanya siap maka tiba-tiba muncullah Iblis laknatulloh yang berusaha mengganggu dan mempengaruhi keduanya agar tidak melaksanakan perintah Allah. dalam sebuah riwayat kemudian Ibrahim sambil berlari melempari iblis tersebut dengan batu sehingga sekarang diperingati dan masuk dalam ritual ibadah haji yang disebut lempar Zumrah. Akhirnya prosesi penyembelihan Ismailpun dilaksanakan dan alangkah terkejutnya ketika Ibrahim mengetahui bahwa yang telah dia sembelih adalah seekor domba bukannya Ismail.
Momen inilah yang seharusnya semakin kita hayati dan seterusnya kita laksanakan. penyerahan diri secara total kepada Allah adalah kunci kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Kepasarahan dan penyerahan diri dan jiwa kita dapat diwujudakan dalam berbagai hal dalam kehidupan kita, diantaranya adalah:
1.Beribadah secara ikhlasa tanpa pamirih, tanpa mengaharap surga, namun lebih karena pengabdian kita kepada sang pencipta.
2.Mensyukuri semua nikmat yang telah diberikan oleh-Nya
3.Berbagi rizki dan kepedulian kepada sesama umat manusia
4.Berbakti kepada orang tua
5.Belajar sepanjang hidup
6.Sayang da cinta kepada keluarga baik anak, istri/suami dan anggota keluarga lainnya meski pembantu di rumah kita sekalipun.
dan berbagai bentuk penjabaran lainnya, semoga hikmah ini senantiasa tertanam dalam sanubari dan Allah akan meridhokan kehidupan kita di dunia dan akhirat, amin ya robbal alamin
Baca jug artikel lainnya:
1.Ketika kegundahan hati melanda
2.Management Jiwa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar